Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sipil. Tampilkan semua postingan


Apa itu stake out??

Pematokan/Stake out adalah memindahkan atau mentransfer titik-titik yang ada dipeta perencanaan kelapangan (permukaan bumi).

Pematokan Jalur Lurus
Pematokan jalur lurus pada jalan raya adalah pematokan tangent atau garis lurus yang menghubungkan antara dua titik PI. Pada pematokan tangent, dilakukan pada jarak setiap 50cm dan pemasangan pilar (Bench Mark) pada jarak maximal 500 meter. Sebelum melakukan pematokan pada tangent, maka haruslah ditentukan terlebih dahulu station awal/titik awal rencana sumbu jalan tersebut.

a. Pematokan suatu titik dilapangan.
Untuk menentukan titik/station awal dari rencana sumbu, diperlukan minimal dua pilar Bench Mark yang ada dilapangan dengan diketahui koordinatnya. Jadi pada waktu akan membuat peta perencanaan, harus dipasang minimal dua buah pilar BM pada awal sumbu rencana jalan dan diukur/dihitung koordinatnya.

b. Pematokan As/Sumbu Rencana Jalan.
Pematokan As/Sumbu rencana jalan disini adalah pematokan tangent atau garis lurus yang menghubungkan antara dua titik PI atau titik awal dengan titik PI. Pematokan pada lengkungan, dimana lengkungan juga termasuk sumbu rencana jalan.

c. Cara pengukuran jarak dan pembuatan tangent (garis lurus) dilapangan
Cara pengukuran jarak dengan pita ukur tergantung pada situasi medannya. Ada beberapa cara, yaitu sbb :
* Diletakan langsung diatas tanah.
 *Jarak mendatar diukur langsung dengan memakai unting-unting.

d. Cara Pembuatan Garis Saling Tegak Lurus di Lapangan
Ada beberapa cara pembuatan garis saling tegak lurus di lapangan, diantaranya dengan menggunakan alat-alat sbb :
· Dengan menggunakan alat ukur sudut (theodolite).
· Dengan menggunakan prisma.
· Dengan menggunakan pita ukur.

Pematokan Lengkung Horizontal
Pematokan pada lengkungan horizontal dibedakan atas bentuk lengkungan tersebut yaitu: Lingkaran dan Spiral.
Pada pematokan lengkungan berbentuk lingkaran ada 5 cara, dari titik TC.
· Cara dengan selisih busur yang sama panjang.
· Cara dengan selisih absis yang sama panjang.
· Cara dengan perpanjangan tali busur.
· Cara dengan koordinat polar (metode sudut defleksi).
· Cara dengan membuat politon.
Sedangkan pada lengkungan berbentuk spiral ada 2 cara yaitu:
· Cara / metoda sudut defleksi
· Cara absis dan ordinat

FACEBOOK COMMENTS


Kekuatan Tekan Beton (f’c)

Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki, semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB.1989:16 ).
  f’c      = Kekuatan tekan  beton yang disyaratkan ( MPa ).
  fck      = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder 
               dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ).
   fc       = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ).
   f’cr     = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan, sebagai dasar pemilihan perancangan
                campuran beton ( MPa ).
    S      = Deviasi standar ( s ) ( MPa ).
Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. Pada tahap pelaksanaan konstruksi, beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan.
Yang dimaksud kekuatan tekan beton adalah tegangan tekan hancur karakteristik yang dibutuhkan dan dapat diperkirakan, yang dipengaruhi pula oleh standard deviasi rencana :
f’c = fcr – 1,64.S    
Besarnya deviasi rencana ini tergantung kemampuan mutu pelaksana dan kontraktor, yang mana mutu pelaksana ini sangat dipengaruhi oleh manajemen pelaksana di lapangan, peralatan yang dipakai dan skill labour (pengetahuan dan pelaksana).
Harga K = 1,64 yang berarti kemungkianan kegagalan tes benda uji dibawah fc’ sekitar 5%. Pada metode ACI, probabilitas kegagalan 10% dengan K = 1,34. Bila tegangan rata-rata diketahui, FAS pun ditentukan pula.
           

Hal-hal yang Mempengaruhi Kekuatan Tekan
·         Faktor air semen (water ratio cement = w/c)
Faktor air semen harus dihitung sehingga campuran air dan semen menjadi pasta yang baik, artinya tidak kelebihan air dan tidak kelebihan semen. Apabila factor air semen tinggi, berat air tinggi, sehingga kelebihan air akibatnya air akan merembes keluar membawa sebagaian pasta semen, pasta tidak cukup mengikat agregat dan mengisi rongga yang menyebabkan beton tidak kuat. Hal ini harus dipahami oleh pelaksana pembuat mortar atau beton. Kadang kala karena menginginkan jumlah pastra yang besar dengan menambahkan air tanpa perhitungan, sehingga encer.
Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS, semakin rendah mutu kekuatan beton. Namun demikian, nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. Ada batas-batas dalam hal ini.
Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan, yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.4 dan maksimum 0.65. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya.
Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams, 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1.5X), dimana A, dan B adalah nilai konstanta, dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). Pada praktiknya,untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini, ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley, 1942 : 248) pada rasio air semen 0,2 sampai 0,5, kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6.3. Akan tetapi, hasil penelitian (Abrams, 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4.0 untuk beton yang berumur 28 hari.

·         Pemisahan (segretion)
Beton dikatakan mengalami pemisahan apabila agregat kasar terpisah dari campuran selama pengangkutan, pengecoran dan pemadatan sehingga sukar dipadatkan, berongga-rongga tidak homogeny, beton yang berongga-rongga kurang kuat / mudah pecah.

·         Bleeding
Bleeding adalah pemisahan air dan campuran beton yang merembes kepermukaan beton waktu diangkut, dipadatkan atau setekah dipadatkan .
Bleeding terjadi karena :
1.      Pemakaian air yang berlebihan
2.      Semennya kurang
3.      Agregat kasar turun karena beratnya sendiri dan air naik kepermukaan dengan sendirinya akibat gaya capillary.
Bleeding dapat mengakibatkan permukaan beton rusak dan apabila penguapan lebih cepat dan bleeding beton akan rusak.
Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut, yaitu
(1). Proporsi bahan-bahan penyusunnya,
(2). Metode perancangan,
(3). Perawatan dan,
(4). Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan, yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat.


Kuat Tekan Karakteristik beton (f’c)
            Karakteristik beton yang baik disimpulkan sebagai berikut :
·         Kepadatan
Ruang yang ada pada beton sedapat mungkin terisi oleh agregat dan pasta semen. Kepadatan mungkin saja merupakan criteria primer untuk beton yang dipakai pada radius nuklir.
·         Kekuatan
Beton harus mempunyai kekuatan dan daya tahan internal berbagai jenis kegagalan.
·         Faktor air-semen (FAS)
Faktor air-semen harus terkontrol sehingga memenuhi persyaratan kekuatan beton yang direncanakan.
·         Tekstur
Permukaan beton ekspos harus mempunyai kerapatan dan kekerasan tekstur yang tahan segala cuaca.
            Ialah suatu nilai kekuatan beton umur 28 hari dimana jumlah cacat tidak lebih dari 5%, artinya kekuatan yang ada hanya 5% yang diperbolehkan dari jumlah yang di tes.
Perbandingan  tertentu  dalam  pembuatan campuran diperlukan untuk menentukan kekuatan tekan dari beton yang direncanakan agar menghasilkan kuat tekan yang disyaratkan, dengan perbandingan yang berbeda akan diperoleh kekuatan tekan yang berbeda pula.
Kekuatan tekan pada beton biasanya dinyatakan sebagai kuat tekan karakteristik beton yakni kekuatan tekan beton dari sejumlah besar hasil  pemeriksaan  benda  uji  (kubus  dan  silinder), dengan kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang  dari batas 5% yang  diperoleh  dari sebuah persamaan yang dipengaruhi oleh kurva distribusi frekuensi dari sejumlah besar hasil pengujian. Nilai kekuatan tekan karakteristik yang diambil dari suatu harga yang tidak akan lebih dari 5% (Idris dan Rifai,2002).
Karakteristik berasal dari kata karakter yaitu perwakilan  dari  sejumlah  komunitas/variasi nilai/golongan yang diambil diantara yang diwakili bukan diluar dari yang diwakili. Kuat tekan karakteristik beton adalah  suatu  besaran/nilai  yang  diperoleh  dari berbagai variasi nilai kuat tekan beton dan tidak boleh keluar dari nilai yang diperoleh yakni berada diantara nilai terendah dan tertinggi yang ada.
Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna, tetapi merupakan viscoelastic-solid. Gaya gesek dalam, susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air, kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya.

FACEBOOK COMMENTS




WAKTU PENGOSONGAN


Teori :
                Dipandang suatu tangki dengan tampang lintang seragam A yang mengalirkan zat cair melalui lubang dengan luas  yang terletak pada dasarnya seperti yang ditunjukan pada gambar :

 



                                                
                                        
 



                Pada suatu saat permukaan zat cair didalam tangki adalah pada ketinggian  diatas lubang. Kecepatan aliran pada saat tersebut adalah :
               
Dan debit aliran adalah :
             
Dalam satu interval waktu  volume zat cair yang keluar dari tangki adalah :
               
                                                                                                                (pers. 1)
Selama interval waktu  tersebut permukaan zat cair turun sebesar , sehingga pengurangan volume zat cair di dalam tangki adalah :
                                                                                                                                       (pers. 2)
Tanda negative menunjukan adanya pengurangan volume karena zat cair keluat melalui lubang. Dengan menyamakan kedua bentuk perubahan volume zat cair tersebut (persamaan 1 dan 2), maka didapat bentuk berikut ini.
               
                      
Waktu yang diperlukan untuk menurunkan zat cair dari ketinggian  menjadi  didapat dengan mengintegrasikan persamaan diatas dengan batas ke .
               
             
Oleh karena  lebih besar dari  maka :
               
Apabila tangki dikosongkan maka  sehingga persamaan diatas menjadi :
               










SOAL  1  ( WAKTU PENGOSONGAN )

1.       Kolam renang dengan panjang 20 m dan lebar 10 m mempunyai kedalaman air 1,5 m. Pengosongan kolam dilakukan dengan membuat lubang seluas 0,25  yang terletak di dasar kolam. Koefisien debit  = 0,62. Hitung waktu yang diperlukan untuk mengosongkan kolam.

Penyelesaian

Luas kolam renang : A = 20x10 = 200
Luas Lubang : a = 0,25
Kedalaman air awal :  = 1,5 m

t    =  
      
      = 713,6 detik = 11 menit 53,6 detik

2.       Tangki dengan tampang lintang segiempat mempunyai tinggi 1,5 m. Ukuran sisi atas tangki adalah 12 m x 6 m dan sisi bawah tangki adalah 9 m x 6 m. Tangki berisi penuh air. Sisi bawah tangki terdapat lubang dengan diameter 30 cm. Hitung waktu yang diperlukan untuk mengosongkan tangki, apabila koefisien debit 0,62.
Penyelesaian

                                                                                                                                                     
                                                             
                                                                                                                                    
                                                                                                                                             
                                                                                                                                                     
                                     


                Pada suatu saat tinggi air  di atas dasar adalah h, dan pada interval waktu dt terjadi penurunan muka air sebesar dh. Dari gambar diatas terdapat hubungan antara panjang dan tinggi muka air :
         
Panjang muka air :
Luas permukaan air :
Debit aliran melalui lubang :
Dalam waktu dt volume air yang keluar dari tangki adalah :
               
Dalam waktu dt tersebut muka air turun sebesar dh, sehingga volume air yang keluar :
             
Dari kedua bentuk volume air yang keluar dari tangki tersebut didapat :
                               
                       
Integrasi dari persamaan diatas akan didapat :

               
                             
                         


SOAL ( PELUAP AMBANG TIPIS )
Teori :

1.       Suatu peluap ambang tipis dengan lebar 2,5 m mempunyai tinggi peluapan 40 cm. Tentukan debit peluapan apabila koefisien debit
Penyelesaian
Dengan menggunakan rumus peluap untuk menghitung debit peluapan.
       
       

SOAL ( PELUAP AMBANG LEBAR )

1.       Peluap ambang lebar dengan panjang 20 . Kehilangan tenaga pada pengaliran adalah 0,25 m. Hitung debit aliran melalui peluap apabila koefisien debit  

Penyelesaian
         
Kehilangan tenaga :

             
             
             

Debit aliran :

             

               0,384x0,62x20x/ d

FACEBOOK COMMENTS

Hosting Gratis Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Sonic Run: Internet Search Engine

Hunian Inspirasi

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pengantar

Silahkan niknati postingnya dan jika ada yang perlu perbaikan mohon disampaikan dalam sebuah komentar ataupun di dalam buku tamu kami. Informasi para pembaca akan sangat membantu pengembangan blog ini. Mohon maaf bila ada kesalahan. c(^..^)V
Semoga bermanfaat \(-.-)/

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.


Jasa SEO dan Pembuatan Website
ExitJangan Lupa ya Klik Like/Suka!